KETIKA PARTAI POLITIK HENDAK DINISTAKANKetika Sila Keempat Pancasila semakin terbenam dan jauh dari ingatan bangsa Indonesia. Selamat dan Sukses pengaggas danPengusung Demokrasi Liberal-Demokrasi a-la Amerika Serikat, Mahkamah Konstusi sudah Mengijinkan Calon Independen · Inilah salah satu cara mematikan demokrasi Indonesia, Partai Politik hendak dibunuh pelan-pelan · Sejak menjelang Pemilu 2004, tak habis-habisnya hampir seluruh media massa menampilkan koruptor2 dari partai politik, tak habis-habisnya partai politik dianggap lembaga yang paling korup (laporan lembaga swada masyarakat yang mengawasi watch melaporkan tentang kinerja parpol dan DPR tapi tak pernah melaporkan kinerja departemen di pemerintahan)
· Inilah saat bertanya kembali,apakah di seluruh dunia demokrasi harus sama seperti di Amerika Serikat: pemilu memilih langsung kepala daerah; kepala negara, apakah demokrasi harus berarti parlemen dua kamar: senat dan kongres, dan apakah partai politik juga harus dua saja? Jika tidak seperti itu, seperti di China, Cuba, Burma, Lybia dan Venezuela, berarti tidak demokratis.
· Inilah salah satu peluang siapapun yang punya uang jadi pemimpin (kepala daerah, bahkan kepala negara dan mendapatkan keuntungan dari proyek-proyek pembangunan)
· Inilah salah satu peluang bagi orang Asing yang ingin menancapkan kekuasaannya di Indonesia melalui calon-calon yang dipilihnya dengan mengalokasikan dananya sehingga kebijakannya pun akan menguntungkan orang Asing tsb.
· Inilah saatnya orang-orang yang berkesadaran politik yang sejati untuk berjuang bersama membangun dan mengembalikan kesadaran politik rakyat yang telah diajarkan selama 32 tahun untuk anti politik dan anti partai
· Inilah saatnya para aktivis yang menjadi alat demokratisasi liberal untuk mengkaji kembali langkah-langkah dan perjuangan reformasi-demokratisasi yang baru berusia 9 tahun sehingga benar-benar menjamin demokratisasi yang memberi ruang bagi rakyat untuk berkedaran politik sebagaimana politik yang mensejahterakan rakyat
· Inilah saatnya mereka yang anti partai politik untuk belajar dan melihat kembali apa sesungguhnya partai politik, bahwa semua partai politik memiliki AD/ART yang baik, yang tidak baik adalah pelaksanannya. Mengapa pelaksanaannya tidak baik, itulah yang harusnya menjadi tanggung jawab bersama bangsa.
· Bukankah Cuba, Venezuela, atau China menjalankan demokrasi dengan partai politik juga??
· Inilah saatnya bagi partai politik yang ada di Indonesia untuk berkomitmen pada apa yang menjadi tujuan berdirinya partai.
Hari ini, 23 Juli 2007 calon independen dinyatakan berhak untuk mengajukan diri. Mahkamah Kuasa Indonesia (Mahkamah Konstitusi) telah mengesahkan pasal yang memungkinkan adanya calon independen dalam pilkada.Bila pada masa orde lama (liberal) ada calon independen di lembaga DPR, biasanya calon-calon tersebut memang telah pernah tergabung dalam organisasi dan biasanya juga didukung oleh partai politik.
Kini, ketika partai-politik hendak dimatikan peranannya secara sistematis, baik oleh pihak-pihak yang akan diuntungkan dari matinya partai (biasanya militer dan golkar), partai politik semakin akan terpuruk. Sejarah lahirnya bangsa Indonesia yang dimulai melalui organisasi politik seperti Indische Party, Perhimpunan Indonesia, Sarekat Islam (1912)dan Partai Nasional Indonesia PNI 1927 (sebelumnya Partai Persatuan Nasional Indonesia) sepertinya akan semakin terbenam. (Buku tentang partai-partai bagus diulas oleh Deliar Noer (tentang partai Islam), dan J.E Rocamora (tentang partai nasionalis).Sejarah akan dilupakan. Liberalisasi kekuasaan semakin di depan mata, liberalisasi yang diberi ruang seluas-luasnya sejak Indonesia meliberalisasi ekonominya (1967, 1994 -WTO, dan 2007 (UU Penanaman Modal) dst.
Seharusnya bangsa Indonesia khususnya para petinggi yang menjadi hakim konstitusi berpegang teguh pada Pancasila, khususnya pada sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.
Pada konteks ini, Indonesia berbeda dengan negara liberal yang dapat dipimpin oleh individu-individu perorangan terutama sekali yang memiliki dana. Karena selayaknya Amerika Serikat, negara yang didirikan oleh para burjuis pengusaha (yang hak pilih warganya diawal tahun kemerdekaan pada abad 17 dan 18 hak suara hanya boleh bagi mereka yang memiliki sejumlah dana). Lagi pula sejarah demokrasi perwakilan (terbatas dan hanya untuk orang bebas/bukan budak) juga diawali dari para kolonis (pengusaha-pengusaha) yang membuka pemukiman di benua Amerika (serikat). Patriotisme perlawanan terhadap Inggris juga dipecut oleh kelahiran UU dari pemerintahan Kerajaan Inggris terkait ekonomi UUGula, UU Uang Kertas dan UU Perangko (materai).Tentu saja ini berbeda dengan Indonesia, yang Negara-nya didirikan oleh seluruh rakyat, meskipun dipelopori oleh sebagian rakyat yang berpendidikan. Akan tetapi perjuangan Revolusi Clash Action I,II dalam mempertahankan kemerdekaan adalah gambaran perjuangan rakyat mati-matian seluruhnya melawan Kolonialisme. Maka kata-kata Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan berarti Bangsa Indonesia sudah sejak awal berdirinya sudah MEMPUNYAI VISI BERSAMA yaitu Dipimpin oleh Nilai: Bermusyawarah dan Bermufakat, dan demokrasi Perwakilan (Permusyawaratan Perwakilan). Nilai inilah yang hingga ini masih menjati didalam kehidupan rakyat Indonesia, terutama di desa-desa dan dalam keluarga. Kita juga tidak mengenal voting. Permasalahannya adalah Orde Baru telah Menumpas Habis Nilai-nilai tersebut sehingga kita lupa, tak paham tak kenal dan tak menyadari lagi Nilai-nilai yang luhur dan tinggi itu. Pancasila, musyawarah dan mufakat di DPR-RI hanyalah stempel saja. Rezim saat itu mencengkeram dan menakutkan sehingga tak ada satupun anggota DPR-RI serta cerdik pandai berani melawan kekuasaan semena-semena Orde Baru hingga bercokol 32 tahun.Adalah permasalahan bersama bangsa ini dalam berkehidupan Demokrasi yang sedang berproses untuk tidak mematikan potensi, nilai dan budaya lokal yang ada.
Bagaimanapun, dalam kehidupan lokal, kepartaian adalah bentuk pengorganisasian modern yang dipilih bangsa Indonesia sebagai alat pemersatu dan dalam mencapai tujuan kemerdekaan. Sedangkan secara tradisional, sistem dan pola yang mirip bila tidak menyerupai cara kepartaian adalah tatatan sosial kemasyaratkan tradisional diberbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra Barat Sumatera Utara, Bali, Nusatenggara, Papua etc, yang biasa disebut kearifan lokal. Tatatan kemasyarakatan tradisional mungkin tidak mempunyai AD/ART atau berbadan hukum modern/Nasional, akan tetapi tatatan kemasyarakatan ini memiliki juga patokan-patokan dan peraturan atau hukum adat baik yang tertulis maupun tidak.
Pertanyaan sekarang yang harus dijawab adalah mengapa Mahkamah Konstusi begitu Mumpuni sehingga sanggup menelorkan Keputusan Yang luar biasa dahyatnya terkait denganKebebasan Individu untuk Mencalonkan diri dalam Pilkada. Apakah ini juga ikut-ikutan ini: Preambule (Declaration of Independent)We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal, that they are endowed by their Creator with certain unalienable Rights, that among these are Life, Liberty and the pursuit of Happiness. That to secure these rights, Governments are instituted among Men, deriving their just powers from the consent of the governed, That whenever any Form of Government becomes destructive of these ends, it is the Right of the People to alter or to abolish it, and to institute new Government, laying its foundation on such principles and organizing its powers in such form, as to them shall seem most likely to effect their Safety and Happiness. Prudence, indeed, will dictate that Governments long established should not be changed for light and transient causes; and accordingly all experience hath shewn, that mankind are more disposed to suffer, while evils are sufferable, than to right themselves by abolishing the forms to which they are accustomed. But when a long train of abuses and usurpations, pursuing invariably the same Object evinces a design to reduce them under absolute Despotism, it is their right, it is their duty, to throw off such Government, and to provide new Guards for their future security.(Declaration of Independent):
Terjemahan teks di atas: Kita anggap kebenaran-kebenaran ini hakiki adanya, ialah bahwa semua manusia diciptakan sederajat, bahwa oleh Sang Pencipta mereka dikaruniai hak-hak tertentu yang tidak dapat dicabut, bahwa di antaranya adalah kehidupan kemerdekaan, dan usaha mencari kebahagiaan. Bahwa untuk menjamin hak-hak inididirikan pemerintahan di antara rakyat, dengan kekuasaannya yang adil yang diperoleh atas ijin mereka yang diperindah; bahwa manakala bentuk pemerintahan yang bagaimanapun menjadi rusak bagi tujuan-tujuan ini, maka adalah hak rakyat untuk mengubah atau menghapuskannya, dan untuk mendirikan suatu pemerintahanbaru, yang dibangun atas dasar prinsip-prinsip sedemikian, dan kekuasaannya disusun dalam bentuk sedemikian, yang bagi mereka nampak paling mungkin mendatangkan keamanan dan kebahagiaan.–Bahwa falsafah kemerdekaan yang kemudian menjadi kekuatan dinamis di seluruh barat…berpijak pada landasan luas dari kebebasan perseorangan. (buku Garis Besar Sejarah Amerika The United States Information Service)
Fakta sejarahnya terjadi pembantaian terhadap Indian yang mengakibatkan musnahnya jutaan bangsa Indian, hilangnya kultur Indian, hilangnya habitat hidup bangsa Indian (karena dijadikan taman nasional), pada saat sebelum Deklarasi Kemerdekaan hak pilih hanya berlaku bagi yang punya uang, dan baru tahun 1830 semua orang kulit putih ( tak peduli hartanya) boleh memilih, dan perempuan baru bisa mempunyai hak pilih tahun 1920, sementara laki-laki kulit hitam punya hak pilih 1870. Pemisahan pemakaian sarana public atau segregasi dan hak-hak orang kulit hitam terjadi hingga tahun 1960an.
Bandingkan dengan pernyataan deklarasi Kemerdekaan Indonesia selain Proklamasi (yang merupakan Pengumuman kemerdekaan), akan tetapi esensi dan realitas Kemerdekaan sebagai mana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 : Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa (bangsa berarti kelompok orang/grup/suku dan bukan individu-sendiri) dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.Apa artinya, demokrasi di Amerika telah berjalan ratusan tahun. Demokrasi kita masih proses, baru SEMBILAN TAHUN.
Sejak merdeka, terbebas dari kolonial (dijajah orang kulit putih—tak bermaksud rasis, tapi coba refer ke Charles Mills bukunya Racial Contract), Indonesia memiliki karakter berbeda, merdeka dengan cara berbeda. Pun harusnya tidak memiliki inferioritas atas sistem budaya dan pemerintahan. Tapi ya, gimana tekanan kultur budaya kulit putih, tekanan ekonominya susah…Adapun mengenai kebebasan mendirikan pemerintahan, hingga kini kesejahteraan adalah pemicu utama bagi orang-orang yang menginginkan kemerdekaan. Itu sebabnya negara-negara bagian di Amerika Serikat tak ada yang berniat memisahkan diri (ketika kondisi ekonomi baik, politik bebas), pun jika ada gerakan separatis, pasti Pemerintah Federal bertindak.
Karena itu pulalah hingga kini seluruh bangsa Amerika yang sadar maupun tidak mempraktekan dengan ideologi negara–liberal, tak heran ketika ada film-yang memuat sikap kolektifisme komunis atau ada muatan ideologi komunis bioskop secara sadar tidak akan memutarkan film tersebut. Karena ruh liberal adalah individu, kompetisi antar individu-untuk kebahagiaan individu. Bahkan tak sekedar itu, paranoid terhadap ideologi yang bukan ideologi Negara seperti pada tahun 1950an, hingga kini yang antara lain ditunjukkan dengan tingginya anggaran belanja untuk militer dan intelejen (termasuk pada kasus perang Irak, Afganistan, Iran dst); negara yang ideologinya beda.
Bagi segenap rakyat Indonesia, yang selalu disakiti hatinya oleh Individu kepala pemerintahan yang dipilihnya secara langsung, dan oleh berbagai kebijakan yang dilahirkan oleh pemerintahan dan legislatifnya (yang tidak konsisten dengan AD/ART-nya) sehingga “tampak” menjadi tidak memihak rakyat (karena tidak selalu), tak ada lain cara untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi penderitaan adalah dengan berjuang bersama-sama (koperasi, gotong royong, bahu membahu)-→ ini sama dengan berorganisasi, dan bukan bertumpu pada harapan bahwa kesejahteraannya akan diperjuangkan oleh Seorang yang dipilih. Meskipun pemimpin tetaplah dibutuhkan, bagaimanapun caranya, tetap suatu kelompok, suatu bangsa butuh pemimpin akan tetapi…..seperti peribahasa abadi Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh, Sendiri Bisa Hidup, Bersama Kita Survive (Hidup Terus).
Tulisan ini dibuat secara cepat, semua bebas berkomentar.
Yang lucu calon calon Gubernur Pilkada DKI, baru mengembar-gemborkan calon independen setelah mereka gagal dicalonkan oleh partai, harusnya kalau niat, dua tahun lalu sudah mengusung ide calon independen, padahal sekarang putusan KPU sudah ada dua cagub untuk Pilkada DKI yang dijadwalkan dipilih Agustus, dan sekarang sudah masa Kampanye…..eh MK buat keputusan. BIKIN KISRUH AJA…..
Umi Lasmina, 24 Juli 2007